Menurut Bobby, kebijakan tersebut menunjukkan hasil positif. Volume sampah di kawasan itu disebut mengalami penurunan cukup signifikan.
“Sterilisasi Lapang Merdeka itu mampu mengurangi sampah hingga 50%. Biasanya saat Sabtu dan Minggu sampah mencapai 6 ton, sekarang bisa berkurang menjadi sekitar 2,5 hingga 3 ton. Itu memunculkan hasil yang baik,” katanya.
Ke depan, Pemkot Sukabumi juga akan melakukan penataan TPS yang berada di jalur protokol serta memperkuat edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga. Sampah plastik diarahkan masuk ke bank sampah untuk didaur ulang, sedangkan sampah organik diupayakan dapat diolah menjadi pupuk melalui biopori maupun metode pengolahan lainnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat fasilitas pengolahan sampah dengan menyiapkan mesin pencacah plastik untuk mendukung operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Namun realisasinya masih menunggu dukungan pembiayaan serta peluang kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Kita akan coba satu dulu di TPS3R dengan mesin baru, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Kami juga terus mengawal program ini sambil menunggu anggaran. Sebetulnya kalau anggarannya lancar, kami yakin penataan sampah ini bisa berjalan lebih lancar,” pungkas Bobby. (Lan)










