Terkait gaya komunikasi wali kota, Lutfi menyebut kurang begitu mengena, harusnya ada humas yang memang notabenenya itu sebagai representatif pemerintah membuka komunikasi.
“Kalau menurut saya kurang komunikasi terjalin dengan baik. Saya sudah arahkan sudah intruksikan sebagai ketua partai kepada temen-temen di DPRD apabila untuk kepentingan masyarakat banyak 100 persen harus didukung ketika program atau kebijakan itu sesuai dengan aturan,” ujarnya.
Lutfi menuturkan, komunikasi kurang bagus dalam arti kata komunikasi dalam “case by case” misalnya wakaf produk belum matang akhirnya terjadi salah persepsi. Wakaf itu bukan barang haram ada aturannya dan juga bukan program baru yang sudah ada bahkan dijalankan ditempat lain, lalu kenapa sih di Kota Sukabumi menjadi ramai atau kisruh? Pasti ada hal tidak terkomunikasikan, baik sosialisasinya dan melibatkan semua unsur elemen yang berkepentingan dan kompeten dibidang itu.
“Kalau sudah matang dan terkondinasikan secara baik menurut aturan baru rilis programnya. Kita satukan frekuensinya dulu, jangan produk sudah dirilis baru dikomunikasikan. Harus ada transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Tugas Gerindra mengawal itu moril dan materil,” tegasnya.
Terkait pertemuan dan komunikasi dengan Partai Gerindra, Lutfi menyebut pihaknya terbuka untuk bertemu dengan Wali Kota Sukabumi kami sangat welcome.
“Kalau kita ketemu, kita welcome tapi di jalur untuk kebenaran dan kebaikan masyarakat, tapi kita kalau ketemu hanya untuk lobi-lobi buat apa. Partai Gerindra tidak takut tidak kebagian kue karena Gerindra partai yang mapan dan Gerindra bukan partai minta-minta,” ujar Lutfi.
Ia juga mengingatkan, Partai Gerindra mau berjalan sendiri atau bersama-sama, Gerindra “nothing to lose” yang terpenting kebaikan untuk masyarakat dan perubahan.
“Kita perlu perubahan yang nyata dan benar-benar terasa oleh masyarakat Kota Sukabumi yang nyaman dan damai kita dukung pemerintahan sekarang dalam tanda kutip mendukung jalankan aturan dan mekanisme yang berlaku. Gerindra itu lurus tidak mencla-mencle wajar kalau kita mengingatkan, kita itu penyeimbang,” pungkas Lutfi. (***)










