HALOSMI.ID – Sekitar 300 warga Nahdliyin dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi diberangkatkan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).
Keberangkatan peserta dilepas Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi, KH E Supriatna Mubarok. Sebelum bertolak, para peserta mengikuti doa bersama untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama perjalanan hingga seluruh rangkaian muktamar selesai.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung 27-31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang untuk membahas arah organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.

Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH E Supriatna Mubarok mengatakan, keberangkatan ratusan peserta tersebut bukan sekadar menghadiri agenda organisasi. Para muktamirin juga membawa aspirasi warga Nahdliyin di Kabupaten Sukabumi untuk disampaikan dalam forum muktamar.
“Muktamar bukan hanya soal pergantian kepengurusan atau konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, menyerap aspirasi dan merumuskan langkah NU dalam menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan pesantren. Pesantren dinilai memiliki peran strategis tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga pembentukan karakter, pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.
Penguatan pesantren, kata dia, perlu diarahkan pada pengembangan pendidikan umum, penguasaan teknologi, kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, tanpa meninggalkan tradisi serta nilai-nilai keilmuan pesantren.
Selain pesantren, pemberdayaan ekonomi umat menjadi perhatian lain yang perlu didorong. Kabupaten Sukabumi memiliki potensi ekonomi kerakyatan yang cukup besar, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Potensi ekonomi umat harus terus dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, kewirausahaan, akses pasar dan kolaborasi. NU diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” imbuhnya.










