Tapi, perintah salat tidak demikian. Allah Swt. memanggil langsung Rasulullah saw untuk memberikan wahyu agar umatnya menjalankan salat lima waktu.
Oleh karena itu, bulan Rajab tentu menjadi pengingat untuk menjaga ketaatan menjalankan salat 5 waktu. Karena sesungguhnya salat dalah tiang agama.
Di samping itu, salat menjadi batas pemisah antara keislaman dengan kekufuran dan kemunafikan. Rasulullah saw memberikan perhatian lebih terhadap masalah salat.
Rasul memberikan contoh pelaksanaan secara detail. Dari awal sampai akhir serta dari takbir sampai salam.
Ini semata-mata menunjukkan salat dalam Islam sangat penting. Maka, perintah tersebut sudah cukup sebagai pendorong dan pengingat agar kaum Muslim selalu bersemangat dalam melaksanakan salat.
Allah Swt berfirman dalam QS Al Ankabut ayat 45:
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
utlu mâ ûḫiya ilaika minal-kitâbi wa aqimish-shalâh, innash-shalâta tan-hâ ‘anil-faḫsyâ’i wal-mungkar, waladzikrullâhi akbar, wallâhu ya‘lamu mâ tashna‘ûn
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Quran) dan dirikanlah salat! Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadath-ibadah yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Khutbah Jumat
Syeikh Dr. Abudarrahman Assudais berkhutbah Jumat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (10/5). (ANTARA/HO/Pemerintah Arab Saudi)
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah Swt…….
Selain peristiwa istimewa di atas, bulan Rajab juga sebagai tanda sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Allah Swt akan memberikan berkah dan pahala yang berlimpah bagi hamba-Nya yang beribadah dan beramal shalih.
Oleh karena itu, sebagai seorang yang beriman tentunya harus mengetahui apa yang harus dilakukan di bulan Rajab agar mendapatkan keberkahan yang Allah janjikan.
Diantaranya adalah berusaha memperbanyak amalan shalih. Karena sesungguhnya amalan shalih di bulan-bulan haram dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hal ini sebagaimana sabda nabi ketika menyampaikan khutbah Jumat di bulan Rajab pada masanya.
“Wahai manusia! Sungguh telah menaungi kepada kalian semua, bulan yang agung, yaitu bulan Rajab yang merupakan bulan Allah, setiap kebaikan akan dilipatgandakan di dalamnya dan doa-doa akan diterima, kegelisahan akan dihilangkan, doa-doa orang mukmin tidak ditolak. Barangsiapa yang melakukan kebaikan di dalamnya, maka akan dilipatgandakan menjadi berlipat ganda, dan Allah bisa melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki.” (HR Anas bin Malik).








