Ini Bahaya Punya Atasan yang Red Flag, Bisa Berpengaruh ke Karyawan Loh!

HALOSMI.ID- Sebagai Seorang Atasan, idealnya memang perlu ketegasan tapi juga perlu cerdas dalam menyikapi berbagai kondisi. Bisa saja aturan atau kebijakan yang diterapkan di perusahaan sudah dianggap ‘jadul’ dan perlu diperbaharui.

Nggak ada salahnya juga untuk terbuka dan meminta pendapat anggota tim tentang hal ini. Pemimpin secara struktural memang ada di atas anggota kerjanya, tapi belajar itu bisa dari siapa saja.

Pemimpin yang tidak mau menerima kritik, sangat kaku, dan membuat kebijakan yang nggak masuk akal tentu bisa dikategorikan sebagai pimpinan yang ‘red flag’. Supaya nggak jadi pimpinan yang merugikan banyak orang, kalian wajib simak bahaya di baliknya.

Dirangkum dari sumber lain ini dia bahaya dari pimpinan yang red flag!

1. Membuat Anggota Timnya Merasa Minder

Ketika ada pemimpin yang memaksa semua anggota timnya harus mematuhi setiap aturan yang ada, tanpa memberi kesempatan untuk mempertanyakan aturan tersebut pasti kamu merasa tertekan.

Bahkan saat aturan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi perkembangan di era digital saat ini.

Adanya sebuah pemaksaan dan tekanan yang berlebihan kepada anggota tim tentu dapat membuat seseorang merasa wajib dan dikejar-kejar oleh aturan itu. Jika aturan tidak dijalankan, nanti anggota tim akan menanggung risiko besar.

Bentuk risikonya pun beragam, mulai dari tidak adanya bonus, gaji yang dipotong atau pun hari libur yang berkurang.

Pemaksaan untuk mematuhi aturan yang sudah tidak relevan dapat membuat karyawan minder. Rasa tidak percaya diri itu berujung membuat karyawan takut mengutarakan ide dan pendapatnya. Ujung-ujungnya hasil pekerjaan tidak produktif dan gagal mencapai hasil yang baik.

2. Karyawan Menjadi Berbohong

Ketika berhadapan dengan pemimpin yang sangat otoriter atau disebut toxic, pastinya kalian ingin sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan pimpinan itu. Namun kalau menghindar, nanti akan dinilai tidak profesional.

Rasanya ketika harus berkomunikasi dengan pimpinan, kamu seperti dikepung oleh energi negatif yang mengganggu dan menghambat pekerjaanmu.

Misalnya, kamu diajak untuk rapat, lalu di sepanjang rapat itu kamu hanya terus menerus dinilai dari segi kekurangan, tanpa ada apresiasi atau pun saran yang membangun. Bahkan diberikan deadline yang nggak masuk akal. Padahal deadline pekerjaan sebelumnya saja belum selesai.

Akibat merasa ditekan, kamu pun berusaha menghindar dengan mencari alasan, seperti ijin, pura-pura sakit, dan ujung-ujungnya terpaksa berbohong. Lingkungan kerja yang tercipta pun menjadi kurang sehat. Hal ini pun akan membuat anggota tim jadi lelah mental.