News  

Cuaca Ekstrem Sebabkan Tanah Longsor di Kota Sukabumi, 1 Warung Warga Terdampak

Petugas gabungan melakukan evakuasi material dampak longsor di Aminta Amali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Sabtu, 7 Desember 2024. Foto: Pusdalops PB BPBD Kota Sukabumi for HALOSMI.
Petugas gabungan melakukan evakuasi material dampak longsor di Aminta Amali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Sabtu, 7 Desember 2024. Foto: Pusdalops PB BPBD Kota Sukabumi for HALOSMI.

HALOSMI.ID – Petugas gabungan melakukan evakuasi material dampak longsor di Jalan Aminta Amali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Sabtu, 7 Desember 2024. Akibatnya satu unit warung milik warga terdampak sehingga tak bisa digunakan untuk berjualan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Pusdalops PB BPBD Kota Sukabumi, peristiwa itu terjadi akibat curah hujan dengan intensitas yang mengguyur Kota Sukabumi, pada Kamis, 4 Desember 2024.

Staff Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Erna Narulita, mengatakan setelah dua hari pihaknya membuka saluran air yang tertutup rumpun bambu pasca longsor. Maka untuk mempercepat evakuasi longsornya itu membutuhkan personel yang banyak. Pasalnya luas terdampak longsoran itu dengan panjang 25 meter dan tinggi 15 meter.

“Jadi tanggal 5 dan 6 itu regu piket BPBD membuka saluran air yang tertutup rumpun bambu dikarena untuk penanganan longsornya itu membutuhkan personel yang banyak karena posisi tanahnya itu miring,” jelasnya.

Guna mempererat penangan, maka dari itu pihak Kecamatan Gunungpuyuh dan Kelurahan Sriwedari berinisiasi untuk melakukan kerja bakti gabungan. Sehingga terjadilah kerja bakti yang melibatkan petugas gabungan lainnya untuk melakukan pengerukan.

“Tentunya semua ini atas keterlibatan semua pihak yang terdiri dari Kecamatan Gunungpuyuh, Kelurahan Sriwidari, TNI, Karang Taruna dan masyarakat,” ujarnya, pada Sabtu, 7 Desember 2024.

Ia menjelaskan, penanganan sementara yang dilakukan personel BPBD di lokasi yaitu penutupan terpal. Sedangkan untuk penanganan selanjutnya yaitu aparat wilayah akan berkoordinasi dengan pihak dinas instansi terkait untuk penanganan selanjutnya.

“Tindak lanjut ke depannya mungkin itu dari pihak DPUTR. Yang penting longsoran tidak semakin meluas dengan melakukan pengerukan dan ditutup terpal. Dan alhamdulillahnya saluran air sudah terbuka” pungkasnya. (***)