Tekno  

Wow! Pertamina Turunkan Harga Avtur Hingga 10% di 19 Bandara

HALOSMI.ID- Di 19 Bandara, Pertamina Turunkan Harga Avtur tinggal 10 Persen pada periode libur natal dan tahun baru 2024/2025 lebih murah.

Penurunan harga avtur tersebut merupakan dukungan PT Pertamina (Persero) kepada pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat selama periode Nataru.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Elba Damhuri menyebut dukungan Pertamina dengan menurunkan harga avtur berlaku di 19 lokasi bandara. Besaran penurunan harga jual avtur sekitar 7,5 persen hingga 10 persen.

“Harga avtur setelah penurunan harga akan mendekati harga jual avtur di Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Jika terdapat kenaikan harga jual avtur di Desember 2024, tidak akan berdampak pada maskapai yang melayani publik,” ujar Elba dalam keterangan tertulis Mengutip CNN, Kamis 28 November.

Berdasarkan laman resmi Pertamina, per 1-30 November 2024 harga avtur di Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp12.265 per liter.

Adapun 19 bandara yang bakal menikmati penurunan harga avtur Pertamina antara lain Denpasar, Surabaya, Medan, Silangit, Lombok, Labuan Bajo, Manado, Yogyakarta Kulon Progo, Pontianak.

Kemudian, Ambon, Makassar, Balikpapan, Kupang, Sorong, Timika, Jayapura, Maumere, Nabire, Biak.

Pemerintah memang menurunkan harga tiket pesawat dalam negeri sebesar 10 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat mengurangi beban harga tiket pada seluruh bandara di Indonesia.

Elba mengungkapkan penurunan harga tiket diputuskan dalam rapat terbatas Prabowo bersama sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Selasa kemarin.

“Hasilnya, pemerintah sepakat menurunkan harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik sebesar 10 persen saat Nataru, di seluruh bandara di Indonesia,” ujarnya.

Guna mengakomodasi penurunan tiket (tanpa pengurangan PPN) minimal 10 persen diperlukan peran maskapai, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Pertamina dan Airnav untuk menurunkan fuel surcharge, PJP2U dan avtur menjadi 2 persen) dan discount propeller 5 persen (menjadi 20 persen).

Sementara itu, AirNav akan memberikan layanan advance dan extend selama periode Nataru untuk mendukung operasional yang lebih panjang sesuai kebutuhan maskapai.

Dengan turut mempertimbangkan rute dan volume penerbangan, secara rata-rata tertimbang (weighted average) akan terdapat penurunan tarif tiket pesawat sekitar 10 persen.

“Perlu dicatat, analisa dan perhitungan penurunan harga tiket belum menyertakan insentif PPN, mengingat hal ini merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan,” pungkasnya.