Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda grooming dan bekerja sama dalam melindungi anak-anak dari bahaya eksploitasi yang tersembunyi.
Dampak Child Grooming dikutip dari website RS Siloam:
Child grooming pada dasarnya bisa mempengaruhi kesehatan mental anak dalam jangka panjang. Dampak yang muncul cenderung beragam, tergantung pada keadaan korban secara keseluruhan. Namun, beberapa dampak dan bahaya child grooming yang perlu diwaspadai, di antaranya:
– Trauma emosional hingga meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan mental, seperti depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), gangguan kecemasan, dan lain sebagainya.
– Kesulitan untuk mempercayai orang lain di masa depan.
– Kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain.
– Gangguan perkembangan emosional dan sosial, seperti menunjukkan perilaku regresif, kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai, atau mengalami gangguan belajar.
– Meningkatkan risiko penyalahgunaan NAPZA ketika beranjak dewasa.
– Gangguan makan dan tidur.
– Kesulitan konsentrasi di sekolah hingga penurunan prestasi.
– Memiliki kecenderungan untuk melakukan isolasi sosial hingga keinginan bunuh diri.
Itulah penjelasan yang bisa kalian pahami mengenai child Grooming yang sedang ramai terjadi, mari kita waspadai!










