Waduh! Indonesia Menduduki Peringkat ke Dua Kasus TBC Terbanyak di Dunia

Surveilans TBC di Indonesia ada yang pasif dan aktif, pasif ketika pengumpulan datanya diambil dari data sekunder pencatatan kasus di setiap fasyankes.

Sedangkan aktif adalah kegiatan surveilans yang pengumpulan datanya ditujukan untuk
menemukan kasus baru dengan skrining orang disekitar pasien.

3. TOSS TBC (Temukan dan Obati Sampai Sembuh)

Ini adalah gerakan kampanye kesehatan pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menekan angka TBC di Indonesia. Pendekatan yang digunakan yakni menemukan gejala serupa TBC secara masif untuk didiagnosis, diobati dan diawasi sampai

sembuh agar dapat memutus rantai penularan.

4. TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis)

TPT ini merupakan pendekatan eliminasi TB pada kelompok TB laten yaitu orang yang memiliki bakteri TBC di dalam paru-parunya namun orang tersebut tidak sakit.

Meskipun orang ini tidak akan menularkan apabila tidak batuk, namun seseorang tidak selalu dalam kondisi sehat. Sehingga dalam rangka mengurangi kemungkinan sakit TBC ketika imunitas tubuh menurun dan berpotensi menularkan ke orang lain dan munculah upaya ini.

TPT ini yakni memberikan OAT kepada kelompok TB Laten untuk mencegah sakit TBC.

5. Peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan TBC

Peningkatan kapasitas fasyankes ini dilakukan pemerintah mulai dari pemerataan layanan TBC, peningkatan kemampuan SDM, peningkatan infrastruktur faskyankes agar tidak mendukung penularan TBC di area fasyankes, serta pengadaan alat dan bahan diagnosis serta obat obatan.

Untuk pencegahan, tidak ada salahnya melakukan skrining TBC, berobat ke faskes segera apabila sakit, apabila terdiagnosis TBC jangan panik dan lakukan pencegahan penularan dengan tepat dan pengobatan dengan tuntas.

Demikian Penjelasan dan informasi yang bisa kalian pahami terkait TBC, semoga bermanfaat.