Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh ekspansi pembangkit listrik tenaga batu bara captive (captive coal fired power plant/CFP), yaitu pembangkit listrik yang menghasilkan listrik untuk aplikasi industri di lokasi seperti pengolahan nikel.
Teknologi rendah karbon, seperti kendaraan listrik dan penyimpanan energi terbarukan, sangat bergantung pada mineral transisi energi utama, seperti nikel, karena sifat kimia dan fisiknya yang unik.
Sebagai produsen nikel terkemuka di dunia, Indonesia memainkan peran penting dalam penambangan, ekstraksi, dan pemurniannya.
Namun, pemurnian nikel sangat membutuhkan energi yang sangat besar, dan permintaan listrik untuk mendukung industri ini telah mengakibatkan ekspansi yang cepat dari PLTU Batubara, dengan peningkatan kapasitas hingga tiga kali lipat dalam 5 tahun terakhir.
Daftar 20 negara paling tercemar polusi udara versi IQAir:
1. Chad (91,8 µg/m³)
2. Bangladesh (78,0 µg/m³)
3. Pakistan (73,7 µg/m³)
4. DR Congo (58,2 µg/m³)
5. India (50,6 µg/m³)
6. Tajikistan (46,3 µg/m³)
7. Nepal (42,8 µg/m³)
8. Uganda (41,0 µg/m³)
9. Rwanda (40,8 µg/m³)
10. Burundi (40,3 µg/m³)
11. Nigeria (40,1 µg/m³)
12. Mesir (39,8 µg/m³)
13. Irak (38,4 µg/m³)
14. Ghana (35,8 µg/m³)
15. Indonesia (35,5 µg/m³)
16. Gambia (35,2 µg/m³)
17. Uni Emirat Arab (33,7 µg/m³)
18. Bahrain (31,8 µg/m³)
19. Uzbekistan (31,4 µg/m³)
20. Qatar (31,3 µg/m³)
Itulah Negara-negara dengan kualitas udara yang buruk. Semoga penjelasan ini membantu!










