Kortisol berperan sebagai hormon untuk mengatasi stres dalam jangka panjang. Sedangkan adrenalin adalah hormon yang berfungsi memberi gelombang energi, untuk merespons sinyal bahaya.
Jika seseorang mengalami stres, kadar hormon kortisol akan tetap tinggi dan bisa menyebabkan asupan kalori berlebihan, yang merupakan pemicu obesitas. Selain mempengaruhi keseimbangan hormon, stres juga bisa berdampak buruk terhadap kesuburan kamu dan pasangan.
Kadar hormon kortisol dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh bisa diatasi dengan melakukan pengelolaan terhadap faktor stres. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan seperti meditasi, yoga, atau pijat relaksasi untuk menenangkan tubuh.
4. Tidur yang Berkualitas
Orang dewasa membutuhkan 6-8 jam sehari untuk tidur. Bukan hanya durasi, kualitas juga berkontribusi dalam pelepasan hormon, termasuk ghrelin dan leptin yang mengatur nafsu makan.
Di sisi lain, kurang tidur menyebabkan tubuh melepaskan kortisol lebih banyak. Alhasil, tubuh akan mengalami stres dan hormon pun menjadi tidak seimbang.
5. Kurangi Asupan Gula dan Karbohidrat
Mengurangi asupan gula tambahan dapat berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi hormon dan menghindari obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya.
Selain itu, minuman manis yang mengandung gula merupakan sumber utama gula tambahan. Salah satu jenis gula, fruktosa umumnya digunakan dalam minuman ringan, jus buah, dan minuman berenergi.
Asupan fruktosa jangka panjang telah dikaitkan dengan gangguan mikrobioma usus, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon lainnya. Terlebih, fruktosa mungkin gagal merangsang produksi hormon kenyang (leptin), yang menyebabkan berkurangnya pembakaran kalori dan bertambahnya berat badan.
Oleh karena itu, mengurangi asupan minuman manis dan sumber gula tambahan lainnya dapat meningkatkan kesehatan hormon.
Itulah tips jitu yang bisa kamu coba ketika mengalami Mood Swing, selamat mencoba.










