Perjalanan mudik yang dimulai dengan kendaraan tradisional seperti kereta kuda atau perahu, seiring berjalannya waktu, bertransformasi dengan hadirnya kendaraan modern seperti mobil, bus, dan pesawat.
Inovasi dalam moda transportasi membuat perjalanan mudik semakin mudah dan cepat, meskipun tetap memerlukan persiapan yang matang.
Mudik juga berfungsi sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan masyarakat. Sebagian besar masyarakat Indonesia percaya bahwa Idulfitri adalah saat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga besar setelah berbulan-bulan sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas masing-masing.
Bahkan, banyak yang rela menempuh perjalanan jauh, meski dengan tantangan yang berat, hanya untuk berkumpul dengan orang yang mereka cintai.
Saat ini, mudik lebaran menjadi salah satu tradisi yang sangat dinantikan, baik oleh yang merantau maupun yang tinggal di kampung halaman.
Meskipun kemajuan teknologi dan komunikasi telah memudahkan masyarakat untuk tetap terhubung, momen berkumpul secara langsung masih dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya Indonesia yang kental.
Sebagai bagian dari budaya Indonesia, mudik lebaran bukan hanya soal perjalanan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan yang merupakan inti dari perayaan Idulfitri.










