2. Ngembak Geni
Tradisi lainnya yang dilakukan umat Hindu selama Tahun Baru Saka adalah Ngembak Geni. Ini adalah kegiatan mesima krama di lingkungan terdekat seperti keluarga atau tetangga.
3. Tawur Agung
Pada setiap perempatan desa/pemukiman ada lambang yang menjaga keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksud baik dalam buana alit, buana agung, manusia Bhuta, keseimbangan Dewa.
Lambang diharapkan dapat memberi kesejahteraan hingga kedamaian. Tradisi Tawur Agung juga diisi oleh acara ngerupuk di setiap rumah tetangga yang bertujuan membersihkan lingkungan dari bhutakala.
4. Upacara Melasti, Mekiyis dan Melis
Upacara-upacara ini dilakukan untuk mencuci diri masing-masing. Upacara digelar di sumber air suci kelebutan, campuan, petirtaan dan segara. Rata-rata umat Hindu melakukannya di segara karena sekalian melangsungkan nunas tirta amertha (tirta memberi kehidupan).
Nah, begitulah awal mula adanya Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka di kalangan umat Hindu. Semoga menambah wawasan detikers ya.
Makna Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu
Filosofi atau makna dari Hari Raya Nyepi adalah memohon kepada Tuhan yakni Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuannya untuk melakukan penyucian Bhuana Alit (manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).
Adapun larangan tak boleh bekerja dan melakukan aktivitas pada umumnya bertujuan menciptakan suasana sepi. Dengan begitu hiruk pikuk kehidupan dunia dan nafsu-nafsu yang ada dapat disucikan.










