Jenis makanan yang dihantarkan saat Nyorog cukup beragam, ada yang memberikan bingkisan berupa sembako atau bahan makanan mentah, buah-buahan, aneka kue basah, maupun makanan khas Betawi seperti sayur gabus pucung, sayur godog, semur, hingga dodol betawi.
8. Munggahan – Jawa Barat
Tradisi menyambut bulan Ramadan bagi masyarakat Sunda ini merupakan salah satu yang paling populer di Indonesia. Munggahan berasal dari kata dalam bahasa Sunda “munggah” yang memiliki arti “naik”.
Dengan kata lain, Munggahan berarti naik ke tempat yang lebih tinggi. Makna ini merujuk pada peningkatan kualitas ibadah sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Munggahan biasanya dilakukan dengan beragam kegiatan seperti kumpul bersama keluarga atau teman-teman, makan bersama, saling bermaafan, dan berdoa bersama.
Tradisi ini memiliki tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, kebersamaan, dan mempererat tali silaturahmi dengan orang-orang terdekat.
9. Beli Emas – Jawa Timur
Tradisi unik masyarakat Jawa Timur, khususnya Banyuwangi ketika menjelang Ramadan salah satunya adalah berbelanja perhiasan emas. Melansir detikJatim, masyarakat akan berbelanja perhiasan emas untuk menyambut bulan suci. Peminatnya bahkan akan semakin tinggi saat menjelang lebaran.
Menariknya, tradisi ini dilakukan bukan semata-mata untuk kesenangan saja. Melainkan sebagai ungkapan rasa syukur dan bentuk menghargai diri atas jerih payah yang telah dilakukan selama satu tahun. Masyarakat pun mewujudkannya dalam bentuk perhiasan emas.
10. Dugderan – Semarang
Tradisi Dugderan berasal dari kata “Dug” dan “Der”. Kata “Dug” mengacu pada suara tabuhan bedug yang dibunyikan berkali-kali sebagai tanda awal bulan Ramadan. Sedangkan “Der” mengacu pada suara dentuman meriam atau petasan yang dinyalakan bersamaan dengan bunyi tabuhan bedug.
Di Semarang, tradisi turun menurun ini masih eksis dan biasa digelar dalam satu atau dua minggu sebelum bulan Ramadan tiba.
Itulah 10 tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Indonesia.










