Ragam  

Sederet Tradisi Untuk Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia

Lebih dari sekedar kegiatan memasak jelang Ramadan semata, malamang diketahui memiliki makna kebersamaan, serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

4. Pacu Jalur – Riau

Masyarakat Riau biasa menyambut bulan suci Ramadan dengan tradisi pacu jalur. Tradisi turun temurun ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1900-an, dan masih dilakukan sampai saat ini.

Pacu Jalur sendiri merupakan perlombaan dayung tradisional menggunakan perahu panjang yang terbuat dari kayu dan digerakkan oleh beberapa orang dewasa. Nantinya, setiap peserta akan bertanding menuju garis akhir dan para pemenang akan dilombakan hingga mendapatkan juara.

Perlombaan ini berasal dari Kabupaten KuantanSingingi. Bukan perlombaan biasa, pacu jalur menjadi tradisi yang sarat akan nilai sejarah, persatuan, dan gotong royong antar sesama. Selain itu, pacu jalur juga melambangkan kekompakan dan semangat pantang menyerah.

5. Bebantai – Jambi

Tradisi Bebantai jadi cara masyarakat Jambi dalam menyambut bulan Ramadan. Bebantai sendiri merupakan kegiatan membantai atau memotong hewan ternak seperti sapi atau kerbau. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Proses penyembelihan hewan ini biasanya melibatkan banyak orang, di antaranya lembaga keagamaan, perkumpulan masyarakat, maupun perseorangan. Pelaksanaan tradisi ini dilakukan sepekan sebelum Ramadan tiba.

6. Ziarah Kubro – Sumatera Selatan

Kegiatan ziarah sesaat menjelang Ramadan ternyata bukan hanya dilakukan oleh masyarakat Jawa saja, tetapi juga masyarakat Sumatera Selatan yang dikenal dengan Ziarah Kubro.

Ziarah Kubro sendiri diartikan sebagai “ziarah kubur” dalam bahasa Indonesia. Bagi masyarakat Palembang, ziarah kubro merupakan kegiatan ziarah massal ke makam-makam para ulama dan pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, atau kerap disebut ‘waliyullah’.

Ada salah satu aturan yang tidak boleh dilanggar saat Ziarah Kubro. Para perempuan, baik remaja atau dewasa, tidak diperbolehkan untuk ikut dalam kegiatan ziarah kubro ini. Sebaliknya, tradisi ini hanya dilakukan bagi laki-laki masyarakat Sumatera Selatan saja.

7. Nyorog – DKI Jakarta

Di Jakarta juga ada tradisi turun temurun untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Masyarakat Betawi memiliki tradisi yang dikenal dengan ‘Nyorog’, yaitu kegiatan mengirimkan atau menghantarkan bingkisan makanan kepada sanak saudara, sesepuh atau dituakan, dan orang yang lebih tua.

Tujuan dari tradisi nyorog sendiri untuk mempererat tali silaturahmi, menunjukkan rasa hormat kepada sanak saudara yang lebih tua atau sesepuh, serta menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang terhadap orang-orang terdekat.