Dia meraih penghargaan Best Satra Wiratama Sekkau Class 88 tahun 2010. Setelah itu, penghargaan first qualified pilot diraihnya dari Angkatan Udara Rusia pada 2012.
Pada 2014, Anton memperoleh penghargaan Liocik Sniper dari angkatan udara Rusia 2014. Kemudian dia diganjar penghargaan “Well Done Award” oleh KSAU atas tindakan heroiknya menyelamatkan pesawat Su-30 MK2 TS-3009 yang mesinnya meledak di Udara akibat Foreign Object Damage sehingga alutsista mahal negara bisa diselamatkan tanpa ada korban jiwa.
Terakhir, dia mendapatkan penghargaan Maleo Awards Panglima Komando Operasi Udara II TNI AU.
2. Ajudan Presiden dari TNI AD (Kolonel Wahyo Yuniartoto, SE, M.Tr. Han)
Kolonel Wahyo Yuniartoto merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2001. Perwira TNI AD kelahiran tahun 1979 itu sebelumnya menjabat sebagai Dangrup 2 Kopassus.
Wahyo meraih gelar sarjana ekonomi pada tahun 2014 dan menyelesaikan pendidikan S2 strategi pertahanan darat pada 2018. Dia juga pernah mengikuti Sussarcab IF tahun 2002. Kemudian Selapa pada tahun 2012 dan Seskoad pada tahun 2016.
Di luar pendidikan di atas, Wahyo juga menyelesaikan sejumlah pendidikan pengembangan spesialis di dalam dan luar negeri. Dia mengikuti pendidikan Para Dasar pada 2000 dan combat intel pada 2002 serta Pernah mengikuti pendidikan Jungle Warfare School di CIJWS India tahun 2014, Tim Wasprod Alutsista di Korsel 2024.
Pria kelahiran Purbalingga itu kemudian mengikuti pendidikan komando pada 2003 dan pendidikan Sussandha pada 2004. Di tahun selanjutnya, Wahyo mengikuti pendidikan pandu udara.
Pada 2010, perwira menengah Kopassus itu mengikuti Suspa Jamil. Tiga tahun setelahnya, dia mengikuti Sussarpa Intel.
Pada 2017, Wahyo melanjutkan pengembangan dirinya dengan mengikuti pendidikan Danyon. Dia juga terlibat dalam pendidikan Dandim pada 2018 dan asesmen Dangrup Kopassus pada 2023.
Selama berkarier di TNI, Wahyo juga mencatatkan sejumlah prestasi. Dia meraih peringkat 1 Suspa Jasmil 2011 yang bertempat di Pusdikjas.
Pada 2011, Wahyo ikut dalam tim motivator Sea Games ke-28. Saat Indonesia menjadi juara umum, dia mendapat penghargaan dari KONI pusat.
Dia juga menjadi peringkat 1 dalam pendidikan Danyon 2016 dan pendidikan Dandim 2018. Prestasi yang sama juga Wahyo Raih saat menjadi peringkat 1 dalam kegiatan Satgas TMMD tingkat nasional 2016 dan juga peringkat 1 lomba karya jurnalistik tingkat nasional tahun 2018.
Selain itu, Wahyo juga ikut dalam juara umum World Pencak Silat Championship 2022. Terakhir pada 2023, Wahyo mendapatkan piagam penghargaan dari Panglima TNI dan KSAD atas prestasi juara umum Timnas Pencak Silat Sea Games ke-32.










