Oleh karena itu, orang tua perlu lebih waspada dan segera melakukan pemeriksaan jika menemukan tanda-tanda mencurigakan.
4. Kanker Tulang
Kanker tulang lebih sering menyerang anak-anak yang lebih besar dan remaja. Ada dua tipe kanker anak yang paling sering terjadi di tulang, yaitu Osteosarkoma dan Sarkoma Ewing. Kedua jenis kanker ini bisa sangat agresif jika tidak segera ditangani.
Osteosarkoma umumnya berkembang di tulang panjang, seperti kaki atau lengan. Gejala utamanya adalah nyeri tulang yang semakin parah di malam hari atau saat beraktivitas. Seiring waktu, area sekitar tulang yang terkena kanker bisa mengalami pembengkakan.
Sementara itu, Sarkoma Ewing lebih jarang terjadi, tetapi tetap berbahaya. Kanker ini sering muncul di tulang panggul, tulang rusuk, atau bagian tengah tulang panjang. Gejalanya mirip dengan osteosarkoma, yaitu nyeri tulang dan pembengkakan di area yang terkena kanker.
5. Kanker Mata
Retinoblastoma adalah kanker mata yang paling sering menyerang anak-anak, terutama di bawah usia 6 tahun. Penyakit ini berkembang di retina dan bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius jika tidak segera ditangani.
Salah satu tanda paling khas dari retinoblastoma adalah adanya pantulan putih di pupil mata saat terkena cahaya atau saat difoto dengan flash.
Biasanya, mata normal akan memantulkan warna merah karena pembuluh darah di belakang mata. Namun, pada anak dengan retinoblastoma, pupilnya justru terlihat putih atau merah muda.
Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah mata juling, mata merah dan bengkak, serta penurunan penglihatan secara tiba-tiba.
Jika dibiarkan, retinoblastoma bisa menyebar ke jaringan lain di sekitar mata. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan anak.
Nah, sekarang sudah tahu kan? Jika anak mengalami tanda-tanda mencurigakan, jangan ragu untuk segera memeriksakan ke dokter. Deteksi dini bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan memberikan harapan yang lebih baik bagi si Kecil.










