HALOSMI.ID- Di Zaman Sekarang Transplantasi rambut semakin populer dan jadi solusi bagi mereka yang mengalami kebotakan. Namun, tidak semua orang bisa menjalani prosedur ini loh guys!
Salah Satu Dokter Spesialis Dermatovenereologi & Estetika, sekaligus Scalp & Hair Expert menyebut ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak layak untuk transplantasi rambut. Apa saja?
Nah Makanya diperlukan pemeriksaan sebelum transplantasi rambut dilakukan. Pasien, pasien harus menjalani pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya di kepala tapi seluruh tubuh, untuk memastikan tidak ada faktor yang dapat menyebabkan kegagalan prosedur.
Dengan pemeriksaan dan prosedur yang tepat, transplantasi rambut dapat memberikan hasil yang optimal. Namun, jika kondisi pasien tidak memungkinkan, ada baiknya mencari alternatif lain untuk mengatasi kebotakan.
Berikut beberapa kelompok orang yang dilarang melakukan transplantasi rambut:
1. Kebotakan akibat autoimun
Salah satu faktor utama yang membuat seseorang tidak bisa menjalani transplantasi rambut adalah kebotakan akibat penyakit autoimun. Kondisi autoimun seperti alopecia areata menyebabkan sistem imun menyerang folikel rambut, sehingga hasil transplantasi bisa gagal total.
2. Kualitas rambut donor tidak optimal
Pentingnya kualitas rambut yang akan ditanam. Jika rambut donor memiliki akar yang rusak akibat proses pengambilan yang tidak tepat, maka hasil transplantasi juga tidak akan maksimal.
3. Tidak bisa merawat pasca-transplantasi
Dibutuhkan komitmen jika Anda ingin melakukan transplantasi rambut. Pasalnya, faktor lain yang tak kalah penting adalah kepatuhan pasien terhadap perawatan pasca-transplantasi. 10 hari pertama setelah prosedur sangat krusial.
Nah Kalau pasien tidak merawatnya dengan baik, misalnya tidak rutin menggunakan obat atau kurang menjaga kebersihan, maka hasilnya bisa jauh dari harapan.










