Ragam  

Inilah, 5 Fenomena Langit yang akan Terjadi Juni 2025

Fenomena ini menjadi penanda pergantian musim bagi negara-negara subtropis dan berlintang tinggi yang rutin terjadi dua kali dalam setahun, yakni tiap Juni dan Desember.

4. Hujan meteor Bootids (27 Juni)

Hujan meteor Bootids akan memberi pertunjukan puncak pada 27 Juni. Hujan meteor ini sendiri aktif pada 22 Juni hingga 2 Juli.

Selama periode tersebut, hujan meteor Bootid akan terlihat di rasi Bootes, dengan jumlah meteor yang tampak meningkat semakin tinggi titik pancarannya di langit.

Dilihat dari Jakarta, hujan meteor ini akan aktif setiap hari sejak senja sampai sekitar pukul 02:00 saat titik radiannya terbenam di bawah ufuk barat.

Hujan meteor ini akan menghasilkan tampilan terbaiknya pada jam-jam sekitar pukul 20:00 WIB, saat titik radiasinya berada paling tinggi di langit.

Hujan meteor ini diperkirakan akan mencapai puncak aktivitasnya sekitar pukul 18:00 WIB tanggal 27 Juni 2025. Maka dari itu, pemandangan terbaik akan bisa dinikmati setelah senja tanggal 27 Juni.

Konjungsi Mars-Bulan (30 Juni)

Sebagai penutup, Bulan sabit yang sedang membesar dan Mars akan menampilkan pertunjukan kecil. Tetangga langit kita ini akan berpapasan dalam jarak 1°16′ satu sama lain.

Anda juga mungkin melihat fenomena “earthshine”, di mana cahaya yang dipantulkan dari Bumi membuat bagian Bulan sabit yang tidak diterangi menjadi bersinar redup. Hal ini paling sering terjadi setelah Matahari terbenam atau tepat sebelum Matahari terbit.