Ibadah  

Ini Waktu Tidur yang Disarankan dan Dilarang Rasullullah SAW

Pernyataan di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah, ia berkata:

“Bahwa Nabi Muhammad SAW tidak suka tidur sebelum sholat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647).

Di buku lainnya, Etika Tidur Nabi karya Muhammad Hasan Yusuf, disebutkan bahkan tidur sebelum Isya itu hukumnya makruh, sebab sering kali orang yang tidur sebelum Isya membuatnya lalai dari melaksanakan salat. Sedangkan mengobrol setelah Salat Isya menyebabkan seseorang tidur pulas hingga meninggalkan salat malam atau salat Subuh.

Dibolehkan melakukan beberapa hal setelah salat Isya seperti tilawah, menerima tamu, membahas urusan kaum muslimin, dan menuntut ilmu. Namun jika tidak ada aktivitas yang syar’i maka makruh hukumnya begadang setelah waktu Isya.

لاَ سَمَرَ إِلاَّ لِمُصَلٍّ أَوْ مُسَافِرٍ

Artinya: “Tidak ada obrolan (setelah sholat Isya) kecuali bagi orang yang sedang sholat atau orang yang berpergian,” (HR Tirmidzi).

Waktu yang Tidak Dianjurkan untuk Tidur

Jika tadi kita membahas tentang waktu yang dianjurkan untuk tidur, sekarang kita membahas tentang waktu yang dilarang untuk tidur. Ternyata Rasulullah SAW juga telah memberi rincian tentang waktu-waktu yang dilarang untuk tidur.

Dalam buku Kita Hidup Hanya Tiga Hari; Kumpulan Nasihat dan Kalam Hikmah Sepanjang Tahun, ada beberapa waktu tidur yang dilarang Rasulullah SAW.

1. Tidur di waktu pagi

Tidur diwaktu pagi akan mewariskan kemiskinan sebab waktu pagi merupakan waktu yang diberkahi Allah SWT. Nabi bersabda: “Ya Allah, berkahilah bagi umatku pada pagi harinya.” (HR Abu Dawud)

2. Tidur sebelum sholat Isya

Tidur sebelum masuk waktu Isya juga dilarang sebab akan menghalangi seseorang dari memperoleh pahala besar sholat Isya berjamaah, yang setara dengan pahala sholat malam selama setengah malam.

3. Tidur setelah makan

Rasulullah juga melarang umatnya untuk tidur setelah makan. Sebagaimana dijelaskan Ibnu Qayyim bahwa seseorang disarankan untuk berjalan setelah makan, karena tidur setelah makan dapat menyebabkan penyakit dan memicu obesitas.

4. Tidur sepanjang hari

Rasulullah juga melarang umatnya untuk tidur sepanjang hari. Islam merupakan agama yang mendorong penganutnya untuk beraktivitas dan bersemangat sebagai hamba-Nya, sebab di dalamnya terdapat banyak keberkahan.

5. Tidur setelah Ashar

Tidur setelah Ashar juga sebaiknya dihindari karena dianggap berbahaya. Ulama salaf mengatakan, “Siapa yang tidur setelah Ashar, ia telah merusak akalnya, maka jangan salahkan siapapun selain dirinya sendiri.”