Selain itu, pria yang mengalami infertilitas mungkin memiliki kebutuhan akan antioksidan yang lebih tinggi, termasuk vitamin A, karena stres oksidatif yang lebih tinggi dalam tubuh mereka.
Kekurangan vitamin A juga dapat berkontribusi pada risiko keguguran. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat keguguran berulang memiliki kadar vitamin A yang rendah dalam darah mereka.
4. Gangguan pertumbuhan
Anak-anak yang kekurangan vitamin A berisiko mengalami pertumbuhan terhambat, karena vitamin ini diperlukan untuk perkembangan tubuh yang optimal.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin A, baik sebagai intervensi tunggal atau dalam kombinasi dengan nutrisi lain, dapat merangsang pertumbuhan.
Misalnya, studi di Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak yang kekurangan vitamin A dan menerima suplemen dosis tinggi selama empat bulan tumbuh 0,15 inci (0,39 sentimeter) lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan plasebo.
Namun, tinjauan studi menunjukkan bahwa kombinasi suplementasi vitamin A dengan nutrisi lainnya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan.
5. Infeksi tenggorokan dan dada
Frekuensi infeksi tenggorokan atau dada yang tinggi mungkin menjadi indikator kekurangan vitamin A.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin A dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan. Dalam sebuah studi di Ekuador, anak-anak dengan berat badan kurang yang menerima 10.000 Unit Internasional (IU) vitamin A per minggu mengalami lebih sedikit infeksi saluran pernapasan dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan plasebo.
Namun, tinjauan lain menunjukkan bahwa pada anak-anak, suplementasi vitamin A dapat meningkatkan risiko infeksi tenggorokan dan dada sebesar 8 persen, sehingga disarankan agar suplemen hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar kekurangan.
6. Jerawat
Vitamin A berperan dalam perkembangan kulit dan juga dapat membantu mencegah atau mengobati jerawat.
Beberapa penelitian telah mengaitkan kadar vitamin A yang rendah dengan peningkatan risiko jerawat. Dalam sebuah studi, kadar vitamin A pada individu yang mengalami jerawat lebih dari 80 mikrogram lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak berjerawat.
Pengobatan jerawat dengan vitamin A, baik secara topikal maupun oral, menunjukkan hasil yang positif, dengan penelitian menunjukkan bahwa krim yang mengandung vitamin A dapat mengurangi jumlah lesi jerawat hingga 50 persen.
Nah itulah tanda-tanda kalau kamu membutuhkan vitamin A, semoga bermanfaat.










