Penerimaan pajak bahkan baru Rp187,8 triliun atau 8,6 persen dari target, di mana turun cukup dalam dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak Rp269,02 triliun. Dengan kata lain, penerimaan pajak selama dua bulan pertama di 2025 turun 30,19 persen secara year on year (yoy).
Mengutip CNBC Indonesia Research, defisit di awal tahun ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak 2022. Walau, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu membantah ada anomali dalam kinerja APBN, khususnya penerimaan pajak.
“Jadi, kalau kita lihat dalam empat tahun terakhir mulai 2022 itu polanya sama. Desember naik cukup tinggi karena ada efek Nataru dan akhir tahun, kemudian menurun di Januari-Februari. Itu sama setiap tahun. Jadi, tidak ada hal yang anomali. Sifatnya normal saja,” ucap Anggito.
Demikian informasi yang kami rangkum dari sumber lain, semoga menambah pengetahuan kalian.










