2. Perputaran uang lebaran lesu
Lebaran sudah tinggal menghitung hari, yakni diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025. Namun, perputaran uang saat momen libur lebaran justru diproyeksi merosot.
Jumlah uang yang beredar selama Hari Raya Idulfitri tahun ini diprediksi mencapai Rp137,97 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian 2024 senilai Rp157,3 triliun.
Pengusaha menganggap ini imbas turunnya jumlah pemudik. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pemudik di 2025 hanya 146,48 juta orang alias turun 24 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
Bank Indonesia (BI) sebenarnya menyiapkan Rp180,9 triliun uang layak edar (ULE). Namun, pengusaha menilai tidak semuanya bakal terserap masyarakat.
Sekitar 60 persen uang diprediksi beredar di Pulau Jawa, terutama daerah tujuan utama mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek. Sedangkan sisanya akan tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.
3. Pasar saham ambyar
Gonjang-ganjing lainnya adalah pasar saham mendadak ‘kebakaran’ pada Selasa (18/3). IHSG terpantau ambruk 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke level 6.046 yang membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan perdagangan alias trading halt selama 30 menit sejak 11.19 WIB.
Anak buah Prabowo pun langsung bergerilya menenangkan investor. Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke BEI, ditemani pimpinan Komisi XI DPR RI.
“Kami pada hari ini melakukan kunjungan untuk support dan meyakinkan pasar untuk tetap tenang. Kami akan mendukung pemerintah untuk hadir dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu dalam tempo secepat-cepatnya untuk mengembalikan pasar supaya stabil,” jelas Dasco dalam kunjungannya.
Upaya lain Dasco menenangkan pasar adalah menegaskan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak mundur dari Kabinet Merah Putih. Anak buah Prabowo itu berjanji fiskal Indonesia akan tetap kuat.
Setelah itu, Menkeu Sri Mulyani langsung melakukan konferensi pers. Ia akhirnya bersuara soal isu resign, bahkan sang Bendahara Negara juga menyebut-nyebut nama Dasco.
“Saya rasa Anda-Anda semuanya tadi juga sudah menanyakan kepada Pak Dasco waktu di sana (BEI) ya, Anda dari sana ke sini kan? Saya tegaskan saya ada di sini, berdiri dan tidak mundur,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta Selatan.
“Saya tegaskan, saya mengelola APBN dan bersama-sama dengan tim Kementerian Keuangan terus menjaga keuangan negara. Kami ada di sini, kami bertanggung jawab, kami terus menjaga keuangan negara sebagai instrumen yang sungguh luar biasa penting bagi pencapaian tujuan-tujuan pembangunan yang sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo dan juga di dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Itu tanggung jawab dari tugas kami. Kami tetap berdiri teguh untuk bekerja fokus mengelola APBN,” tegasnya.










