Ini Loh, Penyebab Anak Muda Tetap Pakai Paylater Meski Punya Gaji Besar!

Hal ini justru berbanding balik dengan masyarakat berpenghasilan rendah yang secara umum membelanjakan uangnya lebih banyak.

Bagi mereka yang berpenghasilan tinggi, mereka mungkin tidak melihat utang sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Dengan aliran pendapatan dan tabungan yang stabil, melakukan pembelian menggunakan skema ini kemungkinan besar tidak menimbulkan risiko finansial tambahan dan dapat dilihat sebagai hal yang cerdas untuk dilakukan.

Sementara itu, sebanyak sembilan dari 10 responden mengaku terdampak kenaikan biaya hidup di Singapura. Masyarakat berusia 21 hingga 24 tahun dan orang yang berpenghasilan rendah disebut merasakan hal yang sama.

Sebagian besar responden atau 92,6 persen merasa terkena dampak pribadi dari kenaikan biaya hidup. Sementara itu, mereka yang berusia 21 hingga 24 tahun atau 70,7 persen umumnya merasa lebih terkena dampaknya dibandingkan responden yang lebih tua.

Hal ini kemungkinan didasari oleh responden lebih muda yang belum mulai bekerja penuh waktu saat mereka masih bersekolah.

Jika memiliki penghasilan, mereka tidak mempunyai pendapatan yang lebih tinggi dan memiliki tabungan yang lebih sedikit.

Demikian penjelasan yang kami kutip dari sumber lain, semoga bisa mengedukasi kalian semua ya!