HALOSMI.ID- Bagi umat Muslim, menjalani puasa merupakan bagian dari ibadah wajib selama bulan Ramadan. Namun belakangan ini, puasa telah menjadi tren kesehatan baru, termasuk intermittent fasting yang kian populer.
Nah, Banyak dari pakar kesehatan, selebritas, dan influencer mempromosikan puasa sebagai alat penurunan berat badan yang efektif dan cara untuk mendetoksifikasi tubuh.
Berbeda dengan puasa Ramadan di mana seseorang berpuasa tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari selam sebulan, puasa intermittent hanya diperbolehkan minum air putih, teh, kopi yang tidak berpermanis selama 16 jam sehari dan boleh makan mengandung kalori dalam jumlah terbatas selama 8 jam setelahnya.
Jadi, apa yang terjadi pada tubuh manusia setelah 30 hari makan dengan waktu terbatas?
Praktik tidak makan dan minum secara berkala selama sebulan telah terbukti meningkatkan berbagai proses penyembuhan dalam tubuh dan meningkatkan fungsi tubuh.
1. Perubahan di otak
Puasa telah terbukti dapat meningkatkan fungsi otak, meningkatkan daya ingat jangka panjang, dan menghasilkan neuron “hipokampus” baru, yang mencegah gangguan neurodegeneratif.
Protein tersebut terlibat dalam pembelajaran, memori, dan pembentukan sel-sel baru serta memiliki kemampuan untuk membuat neuron lebih tahan stres.
Akibatnya, siklus tantangan metabolik ini diikuti oleh periode pemulihan yang dapat meningkatkan neuroplastisitas, pembelajaran, memori, konsentrasi, ketajaman, dan ketahanan stres di otak.
2. Detoksifikasi racun
Di bagian tubuh lainnya, para ahli kesehatan juga melihat perubahan halus pada fungsi organ.
Misalnya, satu penelitian melaporkan penurunan kadar gula darah dan peningkatan sensitivitas insulin pada orang yang berpuasa selama bulan Ramadan.
Jadi, pada dasarnya puasa itu membersihkan tubuh dari racun, jika dilakukan secara teratur. Puasa juga dapat mendorong sel-sel untuk terlibat dalam proses yang biasanya tidak dipicu saat pasokan makanan tersedia secara teratur.
Faktanya, organ-organ seperti hati dan ginjal, yang keduanya bertanggung jawab untuk detoksifikasi, kemudian sepenuhnya mampu beregenerasi tanpa masuknya racun tambahan secara terus-menerus.
Proses pembersihan sel yang penting tersebut dikenal sebagai “autofagi” terjadi saat tubuh tidak perlu mencerna makanan apa pun, yang meningkatkan pertahanan imunnya sendiri.
3. Menghancurkan lemak
Di sisi lain, lemak merupakan salah satu racun tubuh yang paling sulit disingkirkan, dan karenanya penurunan berat badan merupakan proses yang sulit bagi jutaan orang di seluruh dunia.










