Ragam  

Hewan yang Tercatat Jadi Pahlawan dalam Peperangan, Apa Saja?

Kemampuan menandai ranjau ini berguna selama Perang Teluk Persia dan Perang Irak, ketika lumba-lumba Angkatan Laut membantu membersihkan ranjau dari pelabuhan Umm Qasr di Irak selatan.

Lumba-lumba Angkatan Laut AS juga dilatih untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan di air, dan untuk menemukan penyelam atau perenang musuh.

Namun, Angkatan Laut membantah rumor bahwa mereka telah melatih lumba-lumba untuk menyerang, atau menggunakan senjata bawah air.

7. Lebah

Bangsa Yunani dan Romawi kuno termasuk di antara banyak bangsa kuno yang diketahui telah menggunakan lebah sebagai senjata perang kecil. Para penyerang terkadang melemparkan sarang lebah ke atas tembok kota yang dikepung.

Bangsa Romawi tampaknya memiliki sejarah yang sangat buruk dengan lebah. Pada tahun 69 SM, suku Heptakometes dari wilayah Trebizond di Turki mengelabui tentara penyerang di bawah komando jenderal Romawi Pompey dengan meninggalkan sarang yang diisi dengan madu beracun di sepanjang rute perjalanan mereka.

Para ahli kimia mengira racun itu adalah grayanotoksin yang dapat terbentuk dalam madu, yang jarang mematikan bagi manusia tetapi membuat mereka sangat sakit, dan dapat dengan mudah mengalahkan orang Romawi yang muntah dan mabuk.

Pada Pertempuran Tanga, di Afrika Timur Jerman (sekarang Kenya) selama Perang Dunia I, baik pasukan Inggris yang menyerbu maupun pasukan Jerman yang bertahan diserang di medan perang oleh kawanan lebah, yang menyebabkan serangan Inggris gagal ketika kawanan lebah tersebut mengusir salah satu resimen infanteri mereka.

Propaganda Inggris pada saat itu menggambarkan serangan lebah tersebut sebagai rencana jahat Jerman yang menggunakan kabel perangkap untuk mengganggu sarang serangga tersebut.