Ia menegaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terbuka terhadap organisasi atau komunitas mana pun yang ingin berkontribusi dalam program swasembada pangan. Menurutnya, koordinasi dan konsultasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sektor pertanian.
“Kami sangat terbuka. Apabila ada permasalahan pertanian, silakan konsultasi dengan BPP di kecamatan masing-masing. Kami juga memiliki UPTD, dan apabila belum teratasi, bisa langsung ke kantor Dinas Pertanian,” ungkapnya.
Deni Ruslan juga memaparkan capaian Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian, khususnya pada dua komoditas utama, yakni padi dan jagung.
“Alhamdulillah, untuk komoditas padi dan jagung, kami telah mendapatkan penghargaan dari kementerian sebagai peringkat satu peningkatan produksi padi dan jagung di Provinsi Jawa Barat, serta kontribusi terbesar kedua untuk produksi jagung se-Jawa Barat,” paparnya.
Melalui FGD ini, Ormas Sapu Jagat berharap terbangun kesamaan visi dan pemahaman dengan pemerintah, terciptanya kerja sama berkelanjutan, serta meningkatnya peran aktif Ormas dalam pemberdayaan masyarakat. Ormas juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. (***)










