Prioritas dalam pengelolaan sampah di Swedia yaitu daur ulang sampah rumah tangga.
Masyarakat memilah sampah berdasarkan jenis sampah makanan, kemasan logam, plastik, kertas dan kaca, koran, barang elektronik, ban dan baterai. Keberhasilan dalam pengelolaan sampah tersebut merupakan kesadaran dan dedikasi masyarakat Swedia juga pelaku bisnis.
Sebagian besar sampah yang dihasilkan di Swedia dibakar di fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, yang menghasilkan air untuk pemanas distrik dan listrik.
4. Taiwan
Taiwan juga melakukan cara dengan Program Daur Ulang 4-in-1. Melansir dari laman Enviliance ASIA, program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, pemerintah daerah, perusahaan pembuangan limbah, dan dana daur ulang untuk bekerja sama membangun jaringan daur ulang sumber daya.
Dimulai dari warga yang memilah sampah jenis rumah tangga, kemudian dikumpulkan dan didaur ulang dengan bantuan perusahaan pembuangan limbah dan dana daur ulang, serta kerjasama pemerintah daerah.
Program ini sudah dimulai sejak tahun 1997 dan membuat pembuangan sampah daur ulang yang tepat. Pemerintah juga mengatur undang-undang untuk setiap perusahaan dalam pengelolaan limbah dengan ketat.
5. Belanda
Belanda menjadi salah satu negara yang sadar lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. Belanda menjadi negara dengan pengelolaan sampah terbaik di Eropa. Merangkum dari artikel yang ditulis PLAEX Technology, Belanda melakukan pendekatan untuk meminimalisir sampah yang dikenal sebagai “urutan preferensi” yang mengutamakan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang limbah.
Selain itu, Belanda juga memiliki peraturan yang ketat terhadap pemilahan sampah, untuk sampah kertas, organik, plastik, dan bahan lainnya.
Daur ulang menjadi cara yang dilakukan banyak negara untuk mengolah sampah. Proses daur ulang, peraturan yang ketat, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengolahan sampah.
Yuk, memilah sampah mulai hari ini!










