4. Kentang Goreng
Pada 2023 lalu, ratusan ribu ton kentang gagal dipasarkan di Eropa yang merupakan kawasan dengan tingkat konsumsi kentang per kapita terbanyak di dunia, yakni sekitar 90 kg per tahun. Para ahli memperingatkan bahwa pada 2050, produksi kentang di seluruh dunia bisa turun hingga sembilan persen.
Menurut laporan Bloomberg, Belgia yang merupakan salah satu penemu kentang goreng dengan cara penyajian di dalam corong kertas dengan tambahan mayones menjadi negara yang sangat terdampak akibat perubahan iklim.
Dilaporkan, curah hujan ekstrem pada 2024 membuat ladang kentang Belgia banjir dan kehilangan 50 persen hasil panen.
5. Minyak Zaitun
Spanyol merupakan negara dengan jumlah produksi minyak zaitun tertinggi di dunia. Namun, perubahan iklim dapat mengubah status tersebut dan memengaruhi hidangan khas Spanyol yang terkenal, seperti ‘allioli’ khas Valencia dan ‘gambas al ajillo’ alias udang dalam bawang putih dan minyak zaitun khas Andalusia.
Selama beberapa tahun terakhir, rata-rata suhu musim semi telah melampaui norma hingga empat derajat Celsius. Kondisi ini semakin diperparah oleh curah hujan yang kian rendah pada 2022 dan 2023.
Dilaporkan, kekeringan parah menyebabkan penurunan produksi minyak zaitun Spanyol hingga 50 persen pada 2023 lalu.
Itulah makanan-makanan yang hampir hilang, tapi masih ada beberapa yang terlihat menurut kalian gimana?










