Ragam  

Benarkah Ayam Cemani Terkait Mistis? Ini Faktanya!

“Yang terpenting adalah menyampaikan ilmu dengan cara yang menghormati keyakinan masyarakat. Kita tidak datang untuk mengubah kepercayaan mereka, tapi untuk bekerja sama menjaga kesehatan hewan dan manusia. Kalau pendekatan kita empatik dan terbuka, masyarakat justru lebih mudah menerima dan memahami manfaat ilmu kedokteran hewan,” jelasnya.

Menurutnya, menjembatani kepercayaan lokal dengan ilmu kedokteran hewan bisa dilakukan melalui dialog terbuka, kolaborasi dengan tokoh adat, serta penyuluhan berbasis praktik nyata.

“Misalnya, jika masyarakat percaya bahwa ayam cemani memiliki kekuatan khusus, maka pendekatan edukasi bisa diarahkan ke bagaimana merawat ayam tersebut agar tetap sehat dan kuat. Dengan begitu, ‘kekuatan’ itu pun dianggap tetap terjaga,” pungkas Savitri.