HALOSMI.ID- Bagi kebanyakan orang, pekerjaan atau sekolah dimulai antara pukul 8-9 pagi. Namun beberapa orang yang terbiasa begadang sepertinya akan susah menjadi morning person.
Nah sekitar 30 persen populasi, hari yang dimulai pagi bertentangan dengan jam biologisnya. Ada kecenderungan alami tubuh untuk tidur dan bangun pada waktu tertentu.
Terkait dengan ritme sirkadian kita, kronotipe menggambarkan pola tidur kita dan tempo perilaku serta karakteristik yang menyertainya.
Ada dua kronotipe yang biasa diketahui yaitu night owl yang produktif, kreatif, atau sekadar terjaga di malam hari. Lalu ada morning lark, yang dapat langsung bangun dari tempat tidur dan langsung memakai perlengkapan lari atau mengakses e-mail.
Sebenarnya, kronotipe tidak ada yang biner, tetapi lebih pada spektrum. Selain itu ada tipe tengah-tengah yang memiliki beberapa karakteristik night owl dan morning lark.
Bahkan dalam kronotipe tertentu, ada sejumlah elastisitas.
“Jam internal Anda tidak bekerja tepat selama 24 jam,” kata Dr Victoria Revell, seorang peneliti tidur dan pakar fisiologi sirkadian di University of Surrey, dikutip dari BBC Science Focus.
“Bagi kebanyakan orang, jam internal berjalan sedikit lebih lama dari 24 jam. Jadi, perlu penyesuaian harian agar tetap sesuai jadwal 24 jam,” imbuhnya.
Maka, apakah seorang night owl bisa menjadi morning lark?
Genetik Jam Sirkadian
Tidak ada satu jawaban yang jelas mengapa beberapa orang diprogram untuk bangun lebih awal daripada yang lain. Diperkirakan ada campuran samar antara genetika, adaptasi evolusi, dan lingkungan serta perilaku kita.
Komponen genetika ini berasal dari gen yang disebut PER3, yang mengatur elemen-elemen tertentu dari ritme sirkadian kita. Dan alasan kita memiliki ekspresi PER3 yang berbeda dapat dikaitkan dengan naluri bertahan hidup nenek moyang kita.
Pada 2017, sekelompok peneliti menyatakan bahwa kronotipe yang berbeda mungkin telah berevolusi dalam kelompok pemburu-pengumpul, sehingga selalu ada seseorang yang harus dijaga sementara yang lain tidur.
Secara fisik, tempo ritme sirkadian kita diatur dalam wilayah kecil otak yang disebut nukleus suprachiasmatic atau SCN, jelas Prof Malcolm von Schantz, seorang peneliti tidur di Universitas Northumbria.
Itu adalah gumpalan kecil neuron yang terletak jauh di dalam otak, di hipotalamus, yang merupakan semacam stasiun kontrol sirkadian.
SCN pada dasarnya mengoordinasikan ritme sirkadian pada manusia dan mamalia lainnya. SCN adalah semacam jam utama yang mengendalikan semua jam perifer yang ada di organ-organ tubuh kita.










