Anak Sudah Remaja, Bagaimana Agar Tetap Dekat dengan Orang Tua?

4. Akui kesalahan Anda

Orangtua mengharapkan rasa hormat dari anak-anaknya, tetapi mereka sendiri tidak selalu mencontohkannya.

Meminta maaf mengajarkan anak-anak bahwa rasa hormat itu berlaku dua arah. Mengatakan “Aku bereaksi berlebihan tadi, dan aku minta maaf” menunjukkan kepada mereka bahwa hubungan bukanlah tentang kekuasaan, tetapi tentang saling pengertian.

Anak-anak yang dibesarkan di rumah yang menjunjung tinggi akuntabilitas tidak takut membuat kesalahan. Alih-alih menyembunyikan kesulitan mereka, mereka percaya bahwa mereka dapat datang kepada Anda tanpa rasa malu.

5. Jadikan waktu berkualitas bersama sebagai kebiasaan sehari-hari

Hubungan yang kuat tidak dibangun dalam satu percakapan besar – tetapi tercipta melalui momen-momen kecil yang konsisten.

Yang membentuk ikatan Anda bukan hanya waktu yang Anda habiskan bersama, tetapi seberapa sering anak Anda merasa diprioritaskan. Berbagi makanan, membacakan buku sebelum tidur, atau sekadar menanyakan kabar mereka tentang hari-hari mereka akan memperkuat ikatan tersebut.

Anak-anak yang merasa dihargai dalam hal-hal kecil secara alami akan tetap dekat dengan Anda di kemudian hari.

6. Biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri

Bila seorang anak terus-menerus merasa dibandingkan atau dihakimi, mereka akan mulai mengecilkan diri agar bisa diterima. Seiring berjalannya waktu, mereka belajar menyembunyikan pikiran, minat, dan perjuangan mereka yang sebenarnya.

Membantu anak menerima diri mereka sendiri dimulai dengan cara Anda menanggapi mereka. Alih-alih menunjukkan kekurangan mereka, rayakan keunikan mereka. Dorong minat mereka, bahkan ketika minat tersebut tidak sesuai dengan harapan Anda, biarkan mereka tahu bahwa Anda mencintai mereka apa adanya.

Ketika anak-anak tumbuh dengan perasaan diterima, mereka tidak perlu memilih antara menjadi diri sendiri dan tetap dekat dengan Anda.

7. Prioritaskan hubungan daripada merasa paling benar

Akan ada saat-saat ketika Anda dan anak Anda tidak sependapat. Jika Anda selalu memaksakan diri untuk menjadi “benar” dengan mengorbankan hubungan, mereka akan belajar bahwa persetujuan Anda bersyarat. Mereka mungkin patuh di masa kanak-kanak, tetapi akan menjauh saat dewasa.

Alih-alih membuktikan suatu hal, fokuslah pada pemahaman. Jika anak Anda tidak setuju dengan Anda, tahan keinginan untuk membungkamnya. Tanggapi dengan rasa ingin tahu: “Ceritakan lebih lanjut tentang mengapa kamu merasa seperti itu.”

Bila anak-anak tahu mereka dapat mengekspresikan diri dan tetap dicintai dan dihormati, mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang memercayai hubungan tersebut alih-alih takut akan hal itu.