HALOSMI.ID- Mudik Lebaran, atau tradisi pulang kampung saat Idulfitri, merupakan salah satu momen penting bagi masyarakat Indonesia. Nah ternyata hal ini ada sejarah dan asal usulnya loh guys.
Setiap tahunnya, jutaan orang melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga.
Mudik memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia, terkait dengan budaya dan agama Islam yang berkembang di nusantara.
Mengutip Sumber Lain, mudik adalah singkatan dari ‘mulih dilik’ yang artinya pulang sebentar.
Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik artinya:
(berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dari Palembang — sampai ke Sakayu; Pulang ke kampung halaman, seminggu menjelang Lebaran.
Antropolog Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa Putra,, menjelaskan mudik berasal dari bahasa melayu ‘udik’ yang artinya hulu atau ujung. Sebab, masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk.
Setelah selesai urusannya, mereka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.
“Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata Heddy.
Dilansir situs Kementerian Perhubungan RI, istilah mudik mulai muncul pada tahun 1970-an. Saat itu, Jakarta masih merupakan satu-satunya kota besar di Indonesia. Banyak orang dari berbagai daerah mengadu nasib ke kota Jakarta untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik.
Mereka bekerja di kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor swasta, pabrik dan berbagai industri, bahkan ada juga yang menjadi pengusaha. Lalu, ada saatnya para perantau tersebut kembali ke kampung halamannya. Kegiatan itu disebut dengan mudik.
Mudik menjadi momentum terbaik bagi para perantau untuk melepas rindu dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Fenomena mudik tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Muslim saja, tetapi sudah menjadi tradisi tahunan yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia
Pada awalnya, mudik lebaran tidak semeriah seperti sekarang. Biasanya, mudik dilakukan oleh para pedagang atau orang-orang yang tinggal di kota besar dan bekerja di luar daerah. Mereka pulang ke kampung halaman untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga serta merayakan Idulfitri setelah sebulan penuh berpuasa.
Selain itu, momen mudik juga dimanfaatkan untuk meminta maaf kepada orang tua dan keluarga besar setelah menjalani ibadah puasa dengan penuh kesabaran.










