HALOSMI.ID- Zakat Fitrah adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim apabila harta tersebut telah mencapai syarat-syarat tertentu, seperti nisab (batas minimal harta) dan haul (masa kepemilikan selama satu tahun).
Secara bahasa, kata “zakat” berasal dari “zaka” yang bermakna tumbuh, bersih, dan berkah, karena dengan mengeluarkan zakat, harta yang dimiliki akan “tumbuh” dan disucikan, serta jiwa pemiliknya dibersihkan dari sifat kikir.
Sementara itu, Zakat Fitrah adalah harta yang wajib dikeluarkan setiap Muslim menjelang Idul Fitri sebagai bentuk pembersihan diri dan sebagai bantuan kepada yang membutuhkan.
Perintah membayar zakat tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 110 sebagai berikut:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: Dirikanlah salat serta tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang telah kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Golongan yang Tidak Berhak Menerima Zakat
Zakat sebaiknya disalurkan kepada golongan yang benar-benar membutuhkan, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, orang yang berutang, musafir, dan mereka yang berjuang di jalan Allah (fisabilillah) sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat.
Berikut adalah golongan yang tidak berhak menerima zakat.
Keturunan Nabi Muhammad SAW
1.Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Pada suatu hari Hasan (cucu Rasulullah) telah mengambil sebuah kurma dari zakat, lalu dimasukkan ke mulutnya. Rasulullah berkata (kepada Hasan), ‘Jijik, jijik, muntahkan kurma itu, sesungguhnya tidak halal bagi kita (Nabi dan keturunannya) mengambil sedekah atau zakat.” (HR Muslim)
Selain itu, Abu Hurairah juga pernah berkata dalam hadis, “Bahwasanya Nabi SAW apabila diberi makanan, beliau menanyakannya. Apabila dijawab hadiah, beliau memakan sebagiannya. Apabila zakat, beliau tidak memakannya.” (HR Muslim dan Bukhari).
2.Tidak Beragama dan Non Islam
Secara umum, zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam dan hanya boleh disalurkan kepada sesama Muslim. Bantuan kepada non-Muslim dapat diberikan dalam bentuk sedekah, bukan zakat. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam surah Al Insan ayat 8, Allah SWT berfirman:
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.








