HALOSMI.ID- Selama ini, musik dikenal sebagai suatu hiburan yang bisa menemani kita di waktu-waktu tertentu. Namun, sebenarnya, musik memiliki sesuatu yang lebih dari sekadar itu. Musik bisa menentukan kepribadian seseorang juga loh!
Setiap orang punya cara unik untuk bisa terkoneksi dengan musik hingga akhirnya terbentuk selera musik yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selera musik yang kita miliki bukan hanya soal apa yang terdengar enak di telinga, tetapi juga cerminan dari kepribadian, nilai-nilai, hingga cara kita memandang dunia.
Maka, tak heran jika terkadang kita bisa memahami seseorang lebih dalam melalui musik.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut adalah penjelasan lengkapnya, simak!
1. Selera Musik sebagai Cermin Kepribadian
Secara umum, selera musik biasanya sejalan dengan kepribadian seseorang. Misalnya, jika kamu suka musik klasik, jazz, atau folk, itu bisa jadi tanda bahwa kamu adalah orang yang kreatif dan suka berpikir mendalam.
Sebaliknya, kalau kamu lebih suka musik yang ceria dan mudah membuatmu ingin berdansa, seperti pop atau musik elektronik, ini bisa menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang ekstrovert dan suka bersosialisasi. Jadi, tanpa sadar, pilihan musik yang kita dengarkan bisa memberi petunjuk tentang siapa kita sebenarnya.
2. Musik adalah Bagian dari Identitas
Terkadang kita merasa bahwa musik-musik tertentu sangat menggambarkan diri kita. Dengan begitu, musik pun telah menjadi cara seseorang menunjukkan identitasnya.
Bukan hanya tentang melodi atau lirik, musik bisa menjadi sebuah penggambaran diri yang sangat kuta.
Selain itu, preferensi musik juga bisa menunjukkan nilai hidup seseorang. Menariknya, ketika selera musik berubah, itu sering kali diikuti oleh perubahan identitas atau nilai dalam hidup kita.
3. Perkembangan Selera Musik Seiring Pertambahan Usia
Selera musik bisa berubah-ubah seiring dengan perkembangan usia. Anak muda sering menyukai musik yang intens dan energik, sementara orang dewasa cenderung memilih musik yang lebih lembut dan santai. Bahkan, perubahan fisik seperti penurunan kemampuan mendengar juga memengaruhi selera musik.
Selain itu, musik yang kita dengarkan di masa tertentu cenderung membawa kenangan atau memori yang berkaitan dengan masa itu. Jika kamu pernah bernostalgia lewat musik, ini menunjukkan bahwa musik telah meninggalkan jejak emosional yang kuat dalam masa yang telah lalu dalam hidupmu.
4. Konteks Memengaruhi Pilihan Musik
Musik yang kita pilih seringkali sesuai dengan konteks yang sedang kita hadapi, misalnya situasi atau suasana hati tertentu. Contoh, kamu mungkin memilih musik energik saat olahraga, tapi memilih musik lembut untuk menemanimu belajar atau bersantai.
Tidak hanya itu, musik juga kadang disesuaikan dengan acara ataupun orang-orang yang mendengarkannya. Bahkan, waktu dalam hari-hari kita juga bisa memengaruhi pilihan musik.
Biasanya, kita memilih musik yang menenangkan di malam hari dan musik yang membangkitkan semangat di pagi atau siang hari.
5. Familiaritas Membuat Musik Lebih Disukai
Semakin sering kita mendengarkan suatu segmen musik, maka semakin besar kemungkinan kita akan menyukainya. Itulah mengapa lagu yang terus diputar di radio atau media sosial sering terasa melekat di kepala kita.
Meskipun pada awalnya kita tidak menyukai lagu tersebut, lama-kelamaan kita akan mulai menerima bahkan melantunkannya sendiri. Menariknya, pendidikan atau pengetahuan tentang musik juga bisa memengaruhi selera kita.
Ketika kita belajar tentang musik dari budaya lain atau memahami makna di balik lagu tertentu, kita jadi lebih menghargainya.
Selera musik kita adalah kombinasi dari kepribadian, pengalaman, dan konteks hidup yang membentuk siapa kita. Pada akhirnya, musik bukan hanya tentang apa yang kita dengarkan, tapi juga tentang bagaimana kita menghubungkannya dengan diri kita sendiri dan orang lain.
Jadi, apakah musik favoritmu sesuai dengan kepribadianmu? Jika iya, jangan ragu untuk tunjukkan dirimu pada dunia melalui musik, ya.










