Jangan Dibiarkan! Haid Deras Bisa Jadi Gejala Tumor Kandungan Loh

HALOSMI.ID- Hampir Semua Perempuan mengalami perdarahan menstruasi atau haid yang deras di hari-hari pertama. Hal itu memang wajar, kecuali haid deras tiap hari bisa jadi petunjuk masalah organ produksi seperti tumor kandungan.

Pasalnya, haid deras terjadi menimbulkan rasa nyeri di perut, perempuan disarankan segera berkonsultasi untuk memastikan kesehatan organ reproduksi.

Haid deras yang sudah tidak normal itu ketika melebihi 3 pembalut penuh sehari, sudah sampai membuat lemas dan pucat, sehingga mengganggu aktivitas, dan sampai menyebabkan anemia atau kurang darah.

konsumsi beberapa jenis obat-obatan, atau ada penyakit di organ reproduksi yang mengarah pada tumor kandungan, penebalan lapisan dinding dalam rahim, hingga kanker kandungan.

Tumor kandungan juga terbagi jadi dua, yang jinak dan ganas. Tumor kandungan jinak, yakni mioma, polip rahim, dan adenomyosis. Mioma atau fibroid adalah benjolan yang tumbuh di rahim, letaknya bisa di berbagai lapisan rahim, dan bisa terdiri dari satu atau banyak benjolan.

Kemudian, polip rahim adalah benjolan bertangkai yang tumbuh di dalam rahim, sedangkan Adenomyosis adalah benjolan yang berasal dari jaringan endometrium/lapisan dinding dalam rahim yang kemudian tumbuh di jaringan otot rahim.

Lebih lanjut, haid deras yang tak wajar bisa menjadi pertanda awal masalah yang lebih serius, seperti penebalan lapisan dinding dalam rahim yang disebut hyperplasia endometrium, serta penyakit kanker rahim yang bersifat ganas.

Sebenarnya, haid deras itu dapat diatasi dengan terapi. Namun, harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu.

Adapun langkah lain yang bisa dilakukan adalah tindakan operatif, contohnya menggunakan histeroskopi atau teropong rahim guna mendiagnosis dan mengobati perdarahan menstruasi yang berat.

Histeroskopi sudah menjadi pengganti kuret untuk penanganan perdarahan abnormal di negara maju, karena bisa melakukan dua tindakan sekaligus, yaitu diagnosis dan terapi apabila ditemukan kelainan seperti polip dalam rahim.

Lalu, miomektomi, ablasi endometrium, hingga histerektomi merupakan pilihan tindakan yang bertujuan mengatasi perdarahan haid yang berat. Tindakan Miomektomi dilakukan untuk mengangkat benjolan miom pada rahim.

Untuk Ablasi Endometrium, tindakan yang dilakukan bertujuan menipiskan jaringan endometrium atau lapisan dalam rahim yang biasanya menyebabkan perdarahan.

Sementara, tindakan Histerektomi atau pengangkatan rahim umumnya dilakukan untuk kasus yang lebih berat atau terapi lainnya tidak berhasil.

Pada kasus-kasus tertentu, Histerektomi juga bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi, tergantung dari kasusnya. Atas penjelasan di atas, perempuan memang sebaiknya waspada jika mengalami haid deras yang tak wajar, terlebih apabila haid terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari dengan keluhan-keluhan lain.