HALOSMI.ID- Pada Dasarnya, Pujian adalah salah satu bentuk afirmasi positif yang dapat menyenangkan hati dan membangkitkan semangat seseorang, termasuk Anak -anak.
Namun, ternyata ahli tidak membolehkan orang tua untuk terus-menerus memuji anak. Apa alasannya?
Mengutip CNBC salah satu dr anak mengungkapkan bahwa pujian ternyata mampu mengganggu dan merusak perkembangan anak.
Menyebut, pujian seperti “Kerja bagus!”, “Bagus sekali!”, atau “Kamu hebat” cenderung tidak memberikan dampak positif apapun bagi anak.
Tiga contoh kalimat tersebut tidak spesifik karena tidak menjelaskan kepada anak apa hal baik yang berhasil dilakukan. Selain itu, “Kerja bagus!” cenderung menunjukkan bahwa pujian berfokus pada hasil, bukan prosesnya.
Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mengganti kalimat “Kerja bagus!”, “Bagus sekali!”, atau “Hebat sekali” menjadi “Usaha bagus!”, “Kamu bekerja sangat keras dalam mempersiapkan diri untuk ujian ini,” hingga “Kamu tadi sangat fokus selama pertandingan,” karena berfokus pada proses bekerja anak.
Anak hanya perlu diberi tahu mengapa mereka melakukannya dengan baik sehingga proses itu bisa dilakukan kembali di masa depan demi mendapatkan hasil positif yang sama.
Sebuah studi menunjukkan bahwa cara orang tua memuji memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan mereka anak-anak.
Berdasarkan hasil penelitian, anak-anak yang dipuji berkat kecerdasan, bukan usaha malah menjadi terlalu fokus pada hasil.
Setelah mengalami kegagalan, anak-anak tersebut justru jadi kurang gigih, kurang menikmati, mengaitkan kegagalan mereka dengan kurangnya kemampuan yang diyakini tak dapat diubah, dan berkinerja buruk.
Lalu, terlalu sering dipuji juga tidak baik bagi anak. Penelitian telah menemukan bahwa siswa yang kerap dipuji lebih berhati-hati dalam menanggapi pertanyaan, kurang percaya diri dengan jawaban, kurang gigih dalam mengerjakan tugas yang sulit, dan kurang bersedia untuk berbagi ide.
Sebaliknya, bahwa anak-anak yang dipuji atas usaha mereka menunjukkan minat yang lebih besar dalam belajar, gigih, cenderung senang, mengaitkan kegagalan dengan kurangnya usaha sehingga yakin dapat diubah, dan berprestasi baik dalam aktivitas pencapaian berikutnya.
Memberikan penghargaan atas usaha juga mendorong anak untuk berusaha lebih keras dan mencari tantangan baru.
Sedangkan pada anak kecil, orang tua tidak perlu memuji mereka sama sekali. Hal terbaik yang dapat orang tua lakukan adalah cukup menyoroti apa yang mereka lakukan.
Sebagai alternatif lain untuk memuji, ajukan saja pertanyaan kepada anak-anak untuk mencari tahu apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang pencapaian.










