Menghitung Kebutuhan Anggaran Buat Gaji Kabinet Gemoy Prabowo

Calon menteri era Prabowo saat mengikuti pembekalan di Hambalang. Foto: Istimewa.
Calon menteri era Prabowo saat mengikuti pembekalan di Hambalang. Foto: Istimewa.

HALOSMI.ID – Kabinet pemerintahan Presiden Terpilih dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan akan menggandeng 49 menteri dan 59 Wakil Menteri (Wamen).

Tentunya ini lebih banyak dari era pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin yang hanya ada 34 menteri dan 17 wamen, seperti dilansir dari CNN Indonesia, pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Berdasarkan analisa Center of Economic and Law Studies (Celios), total estimasi kebutuhan gaji dan tunjangan untuk para menteri dan wamen kabinet Prabowo-Gibran bisa mencapai Rp777 miliar per tahun.

Hal itu dibuat dengan asumsi perhitungan gaji dan tunjangan menteri sebesar Rp150 juta per bulan, gaji dan tunjangan wamen sebesar Rp100 juta per bulan, serta anggaran operasional diasumsikan Rp500 juta per bulan per menteri dan wakil menteri.

Dengan asumsi itu, per tahunnya, gaji dan tunjangan sebanyak 49 menteri adalah sebesar Rp88,2 miliar per tahun. Kemudian, gaji dan tunjangan sebanyak 59 wamen diasumsi akan membebankan kas negara sebesar Rp70,8 miliar per tahun.

Sementara anggaran operasional menteri dan wamen diperhitungkan membutuhkan anggaran Rp648 miliar per tahun. Maka dari itu, total estimasi kebutuhan anggaran untuk gaji menteri dan wamen di era Prabowo-Gibran adalah sebesar Rp777 miliar per tahun.

Jika dibandingkan dengan perhitungan yang sama, total anggaran untuk gaji dan tunjangan menteri dan wakil menteri era Jokowi-Ma’ruf adalah sebesar Rp387,6 miliar per tahun. Maka estimasinya ada peningkatan anggaran sebesar Rp389,4 miliar per tahun.

Dengan asumsi ini, peningkatan anggaran untuk menteri dari era Jokowi ke era Prabowo diperkirakan mencapai Rp1,95 triliun. (***)