Penanaman tersebut dilakukan di kebun Sungai Liput (Aceh) dan Pulu Raja (Asahan), Sumatera Utara. Hal itu juga yang kemudian menempatkan Sumatera Utara sebagai wilayah perintis perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Pada tahun 2017, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mengusulkan penetapan Hari Sawit Sedunia untuk diperingati pada tanggal 18 November setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengenalkan dan menunjukkan bahwa Indonesia salah satu produsen sawit terbesar dunia.
3. Hari Okultisme Internasional
Di skala global, terdapat momen menarik yang diperingati pada tanggal 18 November. Peringatan tersebut adalah Hari Okultisme Internasional atau Hari Ilmu Gaib.
Dilansir dari National Today, istilah okultisme merujuk pada praktik di luar agama yang mencakup ilmu sihir, hal-hal gaib, binatang mistis, dan ramuan ajaib. Meskipun asal-usulnya tidak diketahui dengan pasti, banyak yang meyakini bahwa praktik ini sudah ada sejak manusia pertama kali diciptakan, yakni pada abad ke-16.
Namun, seiring waktu, makna okultisme telah berubah. Saat ini, praktik ini lebih digunakan untuk pencarian jati diri dan pemahaman kebenaran yang melampaui batasan pemahaman manusia.
Melalui okultisme, individu berusaha untuk memperoleh pencerahan dan kekuatan yang melampaui kemampuan alami mereka. Meskipun kekuatan paranormal ini belum pernah terbukti secara ilmiah, sepanjang sejarah selalu ada tokoh-tokoh yang mengklaim memiliki kemampuan tersebut.
Hari Okultisme Internasional menjadi hari untuk bereksperimen dan menggali potensi yang belum terungkap, serta kesempatan untuk mencari pemahaman lebih dalam tentang jiwa dan alam semesta di sekitar kita.
4. Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia
Dilansir dari National Today, antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhannya. Namun, antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri, bukan infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu atau pilek.
Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk memastikan efektivitas pengobatan. Tetapi jika digunakan secara berlebihan atau tidak tepat, dapat menyebabkan masalah serius, yaitu resistensi antibiotik.
Untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah ini, pada 18 hingga 24 November 2024, seluruh dunia akan memperingati Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia. Peringatan tersebut dicetuskan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2015.
WHO telah menetapkan lima tujuan utama terkait resistensi antibiotik global, yaitu meningkatkan kesadaran, meningkatkan pemantauan dan penelitian, mengurangi infeksi, memanfaatkan obat antimikroba sebaik-baiknya, dan berkomitmen pada investasi berkelanjutan.










