Tim tersebut beralasan, jika itu hanya suara yang dibuat manusia saat bingung (seperti saat kita berteriak kesakitan), itu tidak akan diperoleh dan disempurnakan selama pembelajaran linguistik normal di masa kanak-kanak, tetapi akan muncul sebelum kata-kata lain dipelajari.
Sebaliknya, mereka lebih menyukai hipotesis evolusi konvergen, yang menjelaskan ketidakmampuan mendengar orang lain berbicara atau memahami maknanya adalah fenomena universal dalam percakapan, dan bahwa kata tersebut mungkin berevolusi sebagai perintah singkat untuk membuat lawan bicara mengulangi ucapannya atau menjelaskan diri mereka dengan lebih baik.
Itulah penjelasannya, semoga mudah dipahami dan menambah wawasan kalian ya.










